Kecintaan terhadap dunia acap membuat orang terlena. Orang yang
mencintainya tak sadar ia telah digiring menjauh pada allah. Dia disibukan
dengan hasrat dan angan-angan yang panjang. Hingga wafat, kelak kematian akan
membangunkan kesadarannya.
Demikianlah hawa nafsu akan membuat seseorang bergulung dalam kenistaan
hidup. Kerenanya lawan akan menjadi teman dan teman akan menjadi lawan, yang
mkruf bisa munkar dan begitu pula sebaliknya.
Rasulullah SAW bersapda, “sesungguhnya dari
perkara-perkara yang aku khawatirkan menimpa kalian setelahku adalah
permasalahan perut-perut kalian (kerakusan), kemaluan-kemaluan kalian
(syahwat), dan hawa nafsu – hawa nafsu yang menyesatkan” (HR Imam
Ahmad, ath-Thabarani).
Kerakusan yang menjadi mesin pendorong nafsunya untuk mencapai
keinginannya. Sehingga menabrak segala penghalang dijalannya. Rasulullah SAW
menjelaskan, “Seandainya anak adam mempunyai satu lembah emas, dia
akan berkeinginan mendapatkan dua lembah emas, dan tidak akan menutup mulutnya
melainkan tanah dan Allah akan menerima tobat orang-orang yang bertobat”.
Ustadz H M Khairani B menjelaskan, bagi orang yang sudah jatuh cinta
dengan dunia, dia tidak akan merasa puas dengan apa yang diraihnya. Bahkan
diterangkan dalam hadits nabi tersebut, jika manusia diberikan dua lembah emas,
ia masih menginginkan lembah emas lainnya,lantaran serakahnya. Dan hal itu tak
akan membuatnya puas. Terkecuali, ia mati. Bahwa tersadar bahwa apa yang
diinginkannya adalah hal yang semu dan tidak abadi.
Orang yang telah mencintai dunia cendrung berangan-angan panjang dan
kikir dengan harta yang dimilikinya, sambung ustadz khairani. Hal itu
diseabkan, pemahaman yang keliru: dia mengira bahwa membelanjakan hartanya
dijalan allah, harta itu akan berkurang. Padahal Allah dan rasul SAW sering memberikan
penjelasan, diantaranya keterangan tentang harta yang disedekankan tidak akan
hilang. Bahkan akan diganti dan bertambah. “mereka tajut
miskin dengan hanya mengeluarkan uang kecil, padahal bagi orang yang sudah
percaya dengan Allah SWT, maka sedekah berapapun akan ringan terasa,” jelasnya.
Bagi yang takut miskin dengan bersedekah, ingatlah dengan janji Allah
dalam firman-nya, “wahai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar
jadi sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali
jnganlah setan yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah.
Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah dia musuh
kerena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka
menjadi penghuni neraka yang menyal-nyala”
(father:5-6).
“mari kia sisihkan harta kita untuk kepentingan agama.
Kalau bukan kita yang membela islam, siapa lagi.kita tentu tidak bisa berharap
dengan agama lain yang membela agama kita,” tutur ustadz
Khairani.
“mudah-mudahan umat islam tergerak hatinya untuk
menyedekahkan sebagian hartanya demi perkembangan islam. Sebab setiap
perkembangan membutuhkan biaya. Contoh kecil seperti pembangunan pesantren,
masjid dan tempat ibadah lainnya semua membutuhkan biaya. Untuk itu, mari
menyalurkan harta dijalan Allah dengan menunaikan zakat, memberikan infak dan
menyalurkan sedekah kearah yang benar. Yakni untuk perkembangan agama islam.
Harta yang kita keluarkan untuk membela agama Allah niat sebagai bentuk rasa
syukur kita kepada Allah. Semoga Allah meridhai, Amin ya robbal alamin,” tutup ustadz
khairani. (bulkini)