Kamis, 31 Oktober 2013

Kecintaan terhadap dunia acap membuat orang terlena. Orang yang mencintainya tak sadar ia telah digiring menjauh pada allah. Dia disibukan dengan hasrat dan angan-angan yang panjang. Hingga wafat, kelak kematian akan membangunkan kesadarannya.
Demikianlah hawa nafsu akan membuat seseorang bergulung dalam kenistaan hidup. Kerenanya lawan akan menjadi teman dan teman akan menjadi lawan, yang mkruf bisa munkar dan begitu pula sebaliknya.
Rasulullah SAW bersapda, “sesungguhnya dari perkara-perkara yang aku khawatirkan menimpa kalian setelahku adalah permasalahan perut-perut kalian (kerakusan), kemaluan-kemaluan kalian (syahwat), dan hawa nafsu – hawa nafsu yang menyesatkan” (HR Imam Ahmad, ath-Thabarani).
Kerakusan yang menjadi mesin pendorong nafsunya untuk mencapai keinginannya. Sehingga menabrak segala penghalang dijalannya. Rasulullah SAW menjelaskan, “Seandainya anak adam mempunyai satu lembah emas, dia akan berkeinginan mendapatkan dua lembah emas, dan tidak akan menutup mulutnya melainkan tanah dan Allah akan menerima tobat orang-orang yang bertobat”.
Ustadz H M Khairani B menjelaskan, bagi orang yang sudah jatuh cinta dengan dunia, dia tidak akan merasa puas dengan apa yang diraihnya. Bahkan diterangkan dalam hadits nabi tersebut, jika manusia diberikan dua lembah emas, ia masih menginginkan lembah emas lainnya,lantaran serakahnya. Dan hal itu tak akan membuatnya puas. Terkecuali, ia mati. Bahwa tersadar bahwa apa yang diinginkannya adalah hal yang semu dan tidak abadi.
Orang yang telah mencintai dunia cendrung berangan-angan panjang dan kikir dengan harta yang dimilikinya, sambung ustadz khairani. Hal itu diseabkan, pemahaman yang keliru: dia mengira bahwa membelanjakan hartanya dijalan allah, harta itu akan berkurang. Padahal Allah dan rasul SAW sering memberikan penjelasan, diantaranya keterangan tentang harta yang disedekankan tidak akan hilang. Bahkan akan diganti dan bertambah. “mereka tajut miskin dengan hanya mengeluarkan uang kecil, padahal bagi orang yang sudah percaya dengan Allah SWT, maka sedekah berapapun akan ringan terasa,” jelasnya.
Bagi yang takut miskin dengan bersedekah, ingatlah dengan janji Allah dalam firman-nya, “wahai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar jadi sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali jnganlah setan yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah. Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah dia musuh kerena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyal-nyala” (father:5-6).
“mari kia sisihkan harta kita untuk kepentingan agama. Kalau bukan kita yang membela islam, siapa lagi.kita tentu tidak bisa berharap dengan agama lain yang membela agama kita,” tutur ustadz Khairani.
“mudah-mudahan umat islam tergerak hatinya untuk menyedekahkan sebagian hartanya demi perkembangan islam. Sebab setiap perkembangan membutuhkan biaya. Contoh kecil seperti pembangunan pesantren, masjid dan tempat ibadah lainnya semua membutuhkan biaya. Untuk itu, mari menyalurkan harta dijalan Allah dengan menunaikan zakat, memberikan infak dan menyalurkan sedekah kearah yang benar. Yakni untuk perkembangan agama islam. Harta yang kita keluarkan untuk membela agama Allah niat sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah. Semoga Allah meridhai, Amin ya robbal alamin,” tutup ustadz khairani. (bulkini)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar